Berita

Buya KH. Amiruddin MS dan Santri Dampingi PLN di Tengah Pemulihan Listrik Sumut

Di Tengah Perjuangan Pemulihan Listrik Sumut, Buya KH Amiruddin MS, Syeikh Hany Ismaeil Deris Elbarbary bersama santri, dan Pimpinan PLN Turun Langsung ke Lokasi


SUMATERA UTARA – Semangat kebersamaan dan kepedulian terlihat dalam upaya pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara. Buya KH Amiruddin MS, pendiri dan pembina Ponpes Baitul Mustaghfirin Al Amir, bersama Syeikh Hany Ismaeil Deris Elbarbary, para santri, serta jajaran pimpinan PLN turun langsung ke lokasi pembangunan menara darurat untuk melihat perkembangan pekerjaan dan memberikan dukungan kepada para petugas di lapangan.

Kunjungan tersebut berlangsung di tengah percepatan pembangunan tujuh menara darurat yang telah tiba dan mulai didirikan sebagai bagian dari upaya PLN memulihkan pasokan listrik bagi masyarakat Sumatera Utara. Di lokasi, rombongan menyaksikan langsung kerja keras para teknisi dan petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu demi mempercepat normalisasi sistem kelistrikan.

Buya KH Amiruddin MS mengajak seluruh santri untuk mendoakan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran tugas seluruh petugas PLN yang tengah berjuang di lapangan. Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan para teknisi merupakan bentuk pengabdian luar biasa bagi masyarakat.

"Kami hadir bersama pimpinan PLN untuk memberikan dukungan moril dan doa. Semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada seluruh petugas yang sedang menjalankan amanah besar ini, serta proses pemulihan listrik dapat segera selesai sehingga masyarakat kembali beraktivitas dengan normal," ujar Buya KH Amiruddin MS.


Suasana semakin khidmat ketika para santri bersama tokoh agama dan pimpinan PLN memanjatkan doa bersama di lokasi pembangunan. Doa tersebut dipersembahkan untuk keselamatan seluruh petugas, kelancaran pembangunan menara darurat, dan percepatan pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara.

Kehadiran para ulama, santri, dan pimpinan PLN di lokasi menjadi simbol kuat sinergi antara unsur keagamaan dan pelayanan publik dalam menghadapi situasi yang menuntut kerja keras, kesabaran, serta kepedulian bersama demi kepentingan masyarakat luas.

"Di tengah tantangan besar, doa, kerja keras, dan kebersamaan menjadi kekuatan untuk menerangi kembali Sumatera Utara."