Berita

100 Hari Wafatnya Almh. Ummi Hj. Siti Supiati dan Peluncuran Buku “Indahnya Cahaya Cinta Ilahi”


Sabtu, 11 April 2026 - Rahmat International Wildlife Museum & Gallery,

Mengenang & Mendoakan 100 Hari Wafatnya Almh. Ummi Hj. Siti Supiati, Peluncuran Buku “Indahnya Cahaya Cinta Ilahi”

Dalam suasana khidmat dan penuh haru, keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Mustaghfirin Al-Amir menggelar acara mengenang dan mendoakan 100 hari wafatnya Almarhumah Ummi Hj. Siti Supiati, istri dari Assoc Prof. Dr. KH. Amiruddin MS., MA., MBA., Ph.D sekaligus peluncuran buku karya beliau yang berjudul “Indahnya Cahaya Cinta Ilahi”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026, pukul 08.30–12.30 WIB, bertempat di Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, dan dihadiri oleh para ulama, tokoh masyarakat, akademisi, serta tamu undangan istimewa.

Pembukaan dengan Ibadah dan Doa Bersama


Sebelum memasuki rangkaian acara formal, kegiatan diawali dengan ibadah ritual pembukaan berupa pembacaan kalimat thayyibah bersama santri-santriwati serta para guru Pondok Pesantren Baitul Mustaghfirin Al-Amir.

Pembukaan dipimpin langsung oleh Buya KH. Amiruddin MS, dilanjutkan dengan tahtim Al-Qur’an oleh Ustadz Ilhamuddin Hasibuan, M.Pd, pembacaan tahlil oleh Ustadz Sodri, M.Pd, dan ditutup dengan doa oleh Tuan Guru Isfandi Mangasa Nasution, SE.

Suasana khusyuk terasa menyelimuti seluruh hadirin sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada almarhumah.

Hadirnya Tokoh Nasional dan Ulama


Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Tun DR. H. Rahmat Shah, Lord of Rudge, Gelar Datuk Seri Duta Peduka Raja, tokoh nasional dan filantropis, serta para ulama dan akademisi seperti Prof. Dr, H. Agussani, M.AP, Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag., Prof. Dr. Djohar Arifin, MS, Prof. Dr. H. Khairil Ansari, M.Pd, KH. Zulfiqar H. LC, Dr. H. Amhar Nasution MA , Prof. Dr. H. Mohammad Hatta dan tokoh lainnya. Kegiatan dipandu oleh MC Ustadz Fadhli Sudiro, SH., MH.I., MSQ dengan suasana yang tertib, hangat, dan penuh kekeluargaan.


Momen Haru dalam Sambutan Buya


Dalam sambutannya, Buya KH. Amiruddin MS menyampaikan rasa haru dan syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Beliau juga menampilkan video perjalanan hidup bersama almarhumah, keluarga, dan anak-anak, yang mengundang tangis haru dari para hadirin.

Beliau menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengenang, tetapi menjadi momentum untuk menghadiahkan doa terbaik serta memperkuat ikatan spiritual keluarga dan umat.

Terkait buku yang diluncurkan, Buya menjelaskan bahwa karya tersebut merupakan refleksi perjalanan ruhani, ungkapan cinta, serta pengabdian kepada Allah SWT. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir serta menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi umat Islam. ~ujar Buya


Pesan dari Toko Akademisi


Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr, H. Agussani, M.AP turut menyampaikan kata sambutan yang sarat makna dan motivasi. Beliau mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah sekaligus penguatan nilai-nilai keilmuan dan spiritual.

Menurutnya, karya buku “Indahnya Cahaya Cinta Ilahi” menjadi bukti bahwa ilmu yang lahir dari keikhlasan hati akan memberikan manfaat luas dan menjadi warisan berharga bagi umat.

Pesan Kebersamaan dari Rahmat Shah

Dalam sambutannya, Rahmat Shah menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan menebarkan manfaat dalam kehidupan.

Beliau mengajak seluruh hadirin untuk terus berbuat kebaikan dengan penuh keikhlasan serta menghargai jasa orang tua. Menurutnya, kekuatan sebuah bangsa terletak pada nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang dibangun dari hal-hal kecil namun konsisten dilakukan.


Bedah Buku oleh Prof. Muzakkir

Dalam sesi bedah buku, Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag. menguraikan bahwa buku “Indahnya Cahaya Cinta Ilahi” merupakan panduan spiritual yang sarat makna dalam membentuk pribadi bertakwa (Insan Muttaqin).


gambar diatas : sumber http://uinsu.ac.id/

Beliau merangkum pemikiran Buya KH. Amiruddin MS dalam empat nilai utama:

  1. Menumbuhkan kesadaran akan kehadiran Allah SWT melalui dzikir yang istiqamah.
  2. Mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menanamkan sikap qana’ah, yaitu merasa cukup dan bersyukur atas segala nikmat.
  4. Mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat dengan memperbanyak amal kebaikan.

Selain itu, beliau juga menyampaikan filosofi hidup yang disebut sebagai “Jamu Jati Kendi”, yaitu menjaga lisan, menjaga hati, serta mengendalikan diri sebagai kunci kehidupan yang seimbang dan penuh keberkahan.

Peluncuran Buku



Acara ditutup dengan prosesi peluncuran buku “Indahnya Cahaya Cinta Ilahi” yang dilakukan oleh Buya KH. Amiruddin MS bersama Prof. Muzakkir, Rahmat Shah, serta keluarga besar Buya Amiruddin.

Peluncuran ini menjadi simbol lahirnya sebuah karya penuh makna yang tidak hanya menjadi bentuk cinta kepada almarhumah, tetapi juga sebagai warisan ilmu dan cahaya spiritual bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin. Selain menjadi ajang mengenang dan mendoakan almarhumah, acara ini juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keislaman, kebersamaan, serta semangat menebar manfaat bagi sesama.